SEJARAH
SEJARAH MTsN BARITO UTARA
Dari Cikal Bakal Pendidikan Islam hingga Menjadi Madrasah Negeri
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Barito Utara merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam tingkat menengah pertama yang memiliki perjalanan sejarah panjang dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat Kabupaten Barito Utara.
Keberadaan MTsN Barito Utara tidak dapat dipisahkan dari perkembangan pendidikan Islam di Muara Teweh. Jauh sebelum menggunakan nama MTsN Barito Utara, lembaga pendidikan ini telah hadir sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan pendidikan Islam bagi generasi muda di Kabupaten Barito.
Awal Berdirinya Pendidikan Guru Agama
Cikal bakal MTsN Barito Utara berawal dari Pendidikan Guru Agama Partikuler (PGAP) yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Islam Kabupaten Barito pada Tahun Pelajaran 1955/1956.
Pada masa itu, keberadaan lembaga pendidikan Islam tingkat menengah pertama di Kabupaten Barito masih sangat terbatas. Selain itu, sekolah tingkat menengah pertama yang telah ada belum mampu menampung seluruh lulusan Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang ingin melanjutkan pendidikan.
Atas dasar kebutuhan tersebut, didirikanlah PGAP sebagai salah satu upaya masyarakat untuk menyediakan pendidikan Islam tingkat menengah bagi generasi muda.
PGAP mulai melaksanakan kegiatan pendidikan pada Juli 1956. Pada masa awal penyelenggaraannya, PGAP berlokasi di kawasan Jalan Masjid Jami/Mangkusari, yang pada masa berikutnya menjadi lokasi Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah.
Kepala sekolah pertama PGAP adalah Bapak Idris Ibrahim, yang memimpin pada periode 1956–1958. Setelah itu kepemimpinan dilanjutkan oleh Bapak Haziqi Abduh.
Perkembangan dan Perpindahan Lokasi
Seiring dengan perkembangan lembaga, PGAP mengalami perpindahan lokasi. Sekitar tiga tahun setelah berdiri, kegiatan pendidikan kemudian berpindah ke Jalan Rajawali, lokasi yang sekarang dikenal sebagai kawasan MAN Barito Utara.
Dalam perjalanan selanjutnya, PGAP mengalami beberapa pergantian kepemimpinan. Di antaranya adalah Bapak Cili, Bapak Ruslan Rasul, dan Bapak H. Abu Samah.
Periode tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang madrasah. Dari sebuah lembaga pendidikan yang lahir atas kebutuhan masyarakat, PGAP terus berkembang dan mengalami perubahan kelembagaan mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan nasional.
Menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri
Tonggak penting dalam sejarah kelembagaan terjadi pada 16 Maret 1978. PGAP kemudian diintegrasikan menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Muara Teweh dan berstatus sebagai madrasah negeri.
Perubahan tersebut menandai babak baru dalam perjalanan lembaga pendidikan ini. Status sebagai madrasah negeri semakin memperkuat peran lembaga dalam menyelenggarakan pendidikan Islam formal bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara.
Pada periode berikutnya, madrasah terus berkembang dan melanjutkan penyelenggaraan pendidikan di Muara Teweh.
Perubahan Nama dan Perjalanan Menuju MTsN Barito Utara
Dalam perkembangan kelembagaan selanjutnya, madrasah ini pernah menggunakan nama Madrasah Tsanawiyah GUPPI pada sekitar tahun 1984.
Setelah melalui perjalanan kelembagaan tersebut, pemerintah kemudian menetapkan perubahan status dan nama madrasah melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 107 Tahun 1997 tanggal 13 Mei 1997.
Berdasarkan keputusan tersebut, Madrasah Tsanawiyah GUPPI kemudian diresmikan menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri Barito Utara (MTsN Barito Utara).
Perubahan tersebut menjadi salah satu tonggak penting yang mengukuhkan identitas MTsN Barito Utara sebagai lembaga pendidikan Islam negeri yang terus berkembang hingga saat ini.
Melanjutkan Pengabdian untuk Pendidikan
Sejak masa awal berdirinya hingga sekarang, MTsN Barito Utara telah melalui berbagai fase perkembangan, baik dalam aspek kelembagaan, kepemimpinan, tenaga pendidik dan kependidikan, peserta didik, sarana prasarana, maupun penyelenggaraan pembelajaran.
Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari identitas dan jati diri madrasah. Nilai-nilai perjuangan para pendiri dan pendahulu menjadi landasan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.
Saat ini, MTsN Barito Utara merupakan satuan pendidikan jenjang Madrasah Tsanawiyah berstatus negeri di bawah pembinaan Kementerian Agama, berlokasi di Jalan Padat Karya No. 83, Muara Teweh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Data pemerintah mencatat MTsN Barito Utara dengan NPSN 30209028.
Dengan sejarah yang telah berlangsung selama puluhan tahun, MTsN Barito Utara berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan para pendahulu sekaligus menjawab tuntutan perkembangan zaman.
Madrasah tidak hanya berupaya membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlakul karimah, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta semangat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Warisan Sejarah, Semangat Masa Depan
Perjalanan MTsN Barito Utara sejak cikal bakalnya sebagai PGAP hingga menjadi madrasah negeri merupakan bagian dari sejarah perkembangan pendidikan Islam di Kabupaten Barito Utara.
Lebih dari sekadar perubahan nama dan status kelembagaan, perjalanan tersebut merupakan rangkaian perjuangan berbagai generasi yang telah memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan pengabdian bagi kemajuan pendidikan.
Semangat tersebut menjadi warisan yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh seluruh keluarga besar MTsN Barito Utara.
Dari sejarah yang panjang, lahir semangat untuk terus melangkah.
Dari perjuangan para pendahulu, tumbuh generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi.
MTsN Barito Utara — Berakar pada Sejarah, Berkarya untuk Masa Depan.